My Name is ..
![]() |
| Seorang hamba Allah |
UKHUWAH adalah satu konsepsi Islam yang menyatakan bahwa
setiap Muslim dengan Muslim lain hakikatnya ialah bersaudara. Banyak ayat
Al-Qur’an maupun hadits RasulullahShalallahu ‘Alaihi Wassallam yang
menjadi landasan konsep ini. Bahkan dalam beberapa keterangan kerap sekali kata
“ukhuwah” atau turunannya digandengkan dengan kata “iman”, “Islam” atau
“mukmin”.
Hal ini mengindikasikan bahwa ukhuwah merupakan salah satu parameter utama
keimanan dan keislaman seseorang.
Ukhuwah merupakan salah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi
karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah , yakni pertama, kekuatan
iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Ketiga, kekuatan
kepemimpinan dan senjata.
Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam.
membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid,
dan mengeksiskan umat Islam di muka dunia kurang dari setengah abad.
Buku-buku sejarah menceritakan kepada kita bahwa kaum Anshar sangat bahagia
menerima tamu Muhajirin, hingga mereka berlomba-lomba untuk dapat menerima
setiap sahabat Muhajirin yang sampai di Yatsrib (Madinah). Karena para Anshar
saling bersaing dan berlomba untuk dapat menerima sahabat Muhajirin hingga
mereka harus diundi untuk menentukan siapa yang menang dan dapat giliran
menerima tamu Muhajirin. Ini sungguh terjadi hingga disebutkan bahwa tidaklah
seorang Muhajirin bertamu ke Anshar kecuali dengan undian.
Mungkin kita akan berdecak kagum dengan sikap unik para sahabat Anshar ini
yang kita tidak mampu berbuat seperti mereka, mungkin kita juga bertanya apa
yang membuat mereka bisa sampai seperti itu, tindakan mereka di luar batas
kemampuan manusia?
Al-Quran telah menjawab pertanyaan-pertanyaan kagum kita, Al-Quran telah
menjelaskan rahasia yang mendorong para Anshar melakukan itsar luar biasa
walaupun keadaan mereka yang sangat fakir dan juga sangat membutuhkan. Allah
SWT berfirman memuji mereka:
والذين تبوءوا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولايجدون في
صدورهم حاجة مما أوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة..
(الحشر: 9).
“Dan orang-orang (Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan menempati
keimanan (beriman) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka (Anshar)
mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar)
tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan
kepada mereka (Muhajirin) dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas diri mereka
sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.”(QS. Al-Hasyr: 9)
Ukhuwah, taakhi, cinta, dan itsar sejatinya syarat kebangkitan dan
kemenangan, itulah strategi pertama yang ditempuh oleh Rasullah Shallahu
‘Alaihi Wassallam dengan mempersaudarakan sahabat Anshar dan Muhajirin
dan membangun masjid tempat membina persaudaraan dan persatuan kaum Muslimin.
Risalah ini juga dilanjutkan Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam membangun
komunitas dan gerakan yang kuat, menjadikan persatuan sebagai senjata, dan
taaruf saling mengenal sebagai asas dakwah.
Ukhuwah tak bisa dibeli dengan apa pun. Tapi ia diperoleh dari penyatuan
antara ikatan hati dan hati serta karakteristik istimewa dari seorang mukmin
yang shaliih. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“المؤمن إلف مألوف، ولا خير فيمن لا يألف ولا يؤلف”
“Seorang mukmin itu hidup rukun. Tak ada kebaikan bagi yang tidak hidup
rukun dan harmonis.”
Ukhuwah juga membangun umat yang kokoh. Ia adalah bangunan maknawi yang
mampu menyatukan masyarakat mana pun. Ia lebih kuat dari bangunan materi, yang
suatu saat bisa saja hancur diterpa badai atau ditelan masa. Sedangkan bangunan
ukhuwah Islamiyah akat tetap kokoh. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi
Wassallam bersabda:
“المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا”
“Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan
bagian lainnya.” (HR. Bukhari)
Halim Mahmud menuliskan dalam bukunya yang berjudul Fiqh Al-Ukhuwah
fi Al-Islami,“Orang-orang yang berukhuwah dalam Islam harus saling
mengokohkan kekuatan satu sama lain dalam skala dunia Islam dengan melakukan
perencanaan, koordinasi, dan segala persiapan yang mesti dilakukan. Kemenangan
itu tidak lain hanyalah dari sisi Allah. Dia akan menolong dan memenangkan
siapa saja yang di kehendaki-Nya. Dia Maha Perkasa lagi Penyayang.”
Keutamaan Ukhuwah Islamiyah
Dari ukhuwah Islamiyah lahir banyak keutamaan, pahala, dampak positif pada
masyarakat dalam menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan.
Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah Islamiyah memiliki banyak keutamaan, di
antaranya:
- Mereka merasakan buah dari lezatnya iman. Sedangkan selain mereka, tidak merasakannya. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“ثلاثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان:
أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء
لا يحبه إلا الله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن
يُقذف في النار”
“Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang
mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai
seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia
benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari)
- Mereka berada dalam naungan cinta Allah, Di akhirat Allah SWT berfirman,
“أين المُتحابُّون بجلالي، اليومُ أُظِلُّهم في ظلي يوم
لا ظلَّ إلا ظِلي”
“Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku
akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Muslim).
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam. bersabda,
“إن رجلاً زار أخًا له في قرية أخرى، فأرصد الله تعالى
على مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فلما أتى عليه، قال: أين تريد؟ قال:
أريد أخًا لي في هذه القرية، قال:
هل لك من نعمة تَرُبُّها عليه؟ قال:
لا، غير أنني أحببته في الله تعالى، قال:
فإني رسول الله إليك أخبرك بأن الله قد أحبَّك كما
أحببْتَه فيه”
“Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah
perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya,
“Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa
ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan
darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya
karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu
memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai
saudaramu karena-Nya.” (HR. Muslim)
- Mereka adalah ahli Syurga di akhirat kelak. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallambersabda,
“من عاد مريضًا، أو زار أخًا له في الله؛ ناداه منادٍ
بأنْ طِبْتَ وطاب مَمْشاكَ، وتبوَّأتَ من الجنةِ مَنْزِلاً”
“Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya
karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan
perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. At-Tirmidzi)
- Bersaudara karena Allah adalah amal mulia dan mendekatkan diri kepada Allah.
وقد سُئل النبي صلى الله عليه وسلم عن أفضل الإيمان، فقال:
“أن تحب لله وتبغض لله…”. قيل: وماذا يا رسول الله؟ فقال:
“وأن تحب للناس ما تحب لنفسك، وتكره لهم ما تكره لنفسك”
Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau
bersabda, “…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul
ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah
kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan
hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu
sendiri.” (HR. Imam Al-Munziri)
- Diampuni dosanya oleh Allah. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda,
“إذا التقى المسلمان فتصافحا، غابت ذنوبهم من بين أيديهما
كما تَسَاقَطُ عن الشجرة
“Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan,
maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari
pohon.”
Persaudaraan yang terjaga dengan tali Allah merupakan kenikmatan yang
diberikan Allah atas jamaah Muslimah; yaitu nikmat yang diberikan bagi mereka
yang dicintai dan dikehendaki Allah dari hamba-hamba-Nya. Hal ini mengingatkan
kepada kita akan nikmat yang begitu besar, dan mengingatkan kita bagaimana kita
sebelumnya dalam keadaan jahiliyah dan saling bermusuhan.
Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki permusuhan antara kaum Aus dan
Khazraj di kota Madinah sebelum Islam. Namun setelah masuk Islam, Allah
menyatukan hati di antara mereka. Tidak ada solusi sedikit pun kecuali Islam
yang dapat menyatukan hati yang beragam bentuknya, tidak ada yang terjadi
kecuali karena tali Allah yang dapat menyatukan mereka menjadi saudara, dan
tidak mungkin hati-hati itu akan bersatu kecuali karenaukhuwah fillah.*/Nurlaillah
Sari Amallah Mujahidah

Komentar
Posting Komentar